Edukarir Goes to Minut & Bitung

  • 0
img_7344

Edukarir Goes to Minut & Bitung

(Senin, 22 Agustus 2016)
Pada tanggal 13-16 Agustus, Edukarir, salah satu program Tempat Belajar “Bimbel” Infinite berada di Minahasa Utara, dan Bitung, dua kabupaten tetangga Manado yang berada di Sulawesi Utara. Edukarir yang kali ini bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Anak (PPA) di Minut Bitung, mengadakan tes “Minat dan Bakat” masal bagi anak-anak usia diatas 13 tahun yang merupakan anak
bimbingan PPA masing-masing. PPA bekerja sama dengan Struktur kegerejaan yang ada pada desa-desa terpilih, dan membimbing anak-anak yang secara ekonomi masih ‘terbelakang’ dan memberikan bantuan berupa kebutuhan fisik dimg_7370an pendidikan, juga memberikan arahandi bidang rohani.
Kerjasama Edukarir dan PPA di Minut Bitung ini merupakan salah satu rangkaian program besar Edukarir yang dinamakan “MEMBERI – Membangun Mimpi
Anak Negeri”. Sebelumnya kita sudah pernah ke Kabupaten Semau Selatan di NTT untuk melakukan hal yang serupa. Inti dari program ini berasal dari pemikiran bahwa daerah yang terbelakang memiliki satu hal yang sangat ditakutkan, bukan kemiskinan, tapi hilangnya cita-cita dan harapan pada anak-anak muda mereka. Karena cita-cita dan harapan-lah yang bisa mendorong mereka keluar dari kemiskinan dan membangun ekonomi di daerah mereka.

Kurang Akses
Kita yang terbiasa hidup di perkotaan mungkin akan sulit membayangkan bagaimana rasanya tinggal di tempat-tempat yang berada pada ujung-ujung peta Indonesia. Mereka masih mengandalkan hasil pertanian dan tangkapan ikan maupun hewan-hewan sebagai makanan, kadang bisa juga ke Supermarket di kota, tapi membutuhkan waktu 1 jam lebih untuk sampai ke sana, sehingga penduduk di desa-desa biasanya pergi ke kota hanya seminggu sekali, itupun kadang ‘nitip’ ke tetangga. Yang paling terasa adalah tidak sampainya sinyal telekomunikasi yang biasa kita gunakan untuk mengakses internet, karena jaman sekarang informasi yang cepat dan leimg_7243ngkap ya harus lewat internet.
Efek dari kurangnya akses telekomunikasi intinya cuma satu, masyarakat di desa-desa ini jadi kurang informasi. Apa efek dari kurang informasi? Pa
da intinya wawasan profesi anak-anak di daerah ini jadi kurang. Ketika mereka ditanyakan ‘mau jadi apa?’ Pilihan mereka mirip-mirip dan cenderung itu-itu saja seperti ‘guru, tentara, petani, nelayan, dokter’, ketika diberi tahu profesi seperti akuntan atau programmer atau developer, mereka bingung, disinilah Edukarir mencoba membuka pemikiran mereka.

Antusiasme Anak-anak Daerah
Polos, spontan, dan nakal, itulah kesan kami terhadap anak-anak di daerah Minut Bitung, mungkin karena dekat Manado yang anak mudanya terkenal berjiwa bebas. Ketika awal di-briefing¬, mereka terlihat kaget karena ternyata tingkat salah jurusan di Indonesia yang masih sangat tinggi, dan mereka sangat antusias dalam mengetahui bahwa sebenarnya banyak sekali pilihan karir yang mereka bisa tempuh. Total 300-an anak sudah dites, secara bertahap. Ketika ditanya apa yang dirasakan selesai mengikuti tes, mereka semua penasaran, karena mereka belum pernah mengerjakan tes karir semacam ini sebelumnya. Terasa bahwa energi mereka cukup besar, anak-anak ini perlu ‘dibuka20160816_165707’ sedikit pemikirannya untuk menjadi potensi masa depan Indonesia.

Hikmah yang bisa diambil dari perjalanan kami ke Minut – Bitung kami dapat setelah melihat reaksi anak-anak yang berada di sana. Bahwa sebenarnya yang kita butuhkan untuk bergerak maju adalah sedikit dorongan dan informasi dari pihak luar. Kita yang disini kadang menganggap diri sudah paling update dan pintar, padahal mungkin ilmu kita baru seperti air segelas dibandingkan air sekolam renang. Kami banyak belajar dari hal baru dari masyarakat di Minut – Bitung, begitu juga mereka, enak kan sama-sama belajar hal baru.


Leave a Reply

Testimonials

Thanks Edukarir, Hasil sudah saya terima dan puas sekali dengan hasilnya, kalo kata orang” terdekat yang baca hasil tes ini. mereka bilang memang saya banget . thanks jadi lebih yakin untuk mengetahui pengembangan potensi saya sendiri .
Siti Rahma Pegawai Swasta